BERANDA PROFIL BIDANG KEAHLIAN GALERI KAMPUS LP3I BERITA & KEGIATAN HUBUNGI KAMI
The Smiling Campus LP3I
 

BERITA KAMPUS

 
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
Monitor Bisnis Buku di Sekolah
Senin, 12 - Juli - 2010 | Marketing PR
JAKARTA-LP3I-News-Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh, menegaskan akan memonitor sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama negeri (SMP) yang mewajibkan siswanya membeli buku pengayaan. Seharusnya, para siswa tak lagi dipungut biaya apa pun.

''Jangan lagi bebankan orangtua. Kasihan,'' ujar Mendiknas (12/7).

Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya ini, menjelaskan, siswa SD dan SMP masih dalam wajib belajar sembilan tahun. Oleh karena itu, pemerintah berkewajiban memenuhi pelayanan pendidikan yang baik dengan memberikan subsidi bantuan operasional sekolah (BOS).

Salah satu kegunaan dana BOS itu adalah untuk memberikan buku teks wajib secara gratis kepada siswa. Dengan demikian, sekolah tidak diperbolehkan mewajibkan siswanya membeli buku pengayaan dari penerbit. ''Kami akan monitor, kalau begini terus tidak akan pernah selesai,'' jelas Mendiknas.

Saryati, orangtua murid di SDN 05 Pesanggrahan, Jakarta Selatan, mengungkapkan pihak sekolah memang tidak mewajibkan membeli buku pengayaan. Namun demikian, siswa dapat foto copy buku pengayaan dari guru.

Banyaknya pungutan liar di sekolah menurut Febri Hendri dari Indonesian Corruption Watch (ICW) karena tidak terbukanya sistem pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah. Baik pihak orang tua murid, komite sekolah, dan guru sekalipun banyak, yang tidak mengetahui pengelolaan APBS tersebut.
''Yang tahu pengelolaan APBS itu hanya tiga pihak, Kepala sekolah, bendahara sekolah dan Tuhan,'' ungkap Febri.

Sementara itu, Pengamat Pendidikan, Darmaningtyas mengatakan, pemerintah masih belum bertanggungjawab penuh terhadap penyelenggaraan pendidikan, terutama terkait biaya. Pasalnya dana BOS masih sangat minim. ''Dana bos hanya mampu memenuhi 30 persen dari kebutuhan minimal di setiap sekolah sehingga sekolah mempunyai celah melakukan pungutan,'' jelasnya.

Sumber : Republika
 
 
Kembali Ke Atas  |  Kembali Ke Index Berita
 
 
 
 
 
 
 
The Smiling Campus LP3I
 
Direktorat Riset dan Teknologi Informasi LP3I  |  Best View and Performance with wide screen and Mozilla Browser